Home > Berita > Menristek Dukung Bangun PLTN di Kalimantan Timur

Menristek Dukung Bangun PLTN di Kalimantan Timur

22 November 2012 [Sumber]

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta sangat mendukung langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mewujudkan program pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di daerah kaya batu bara tersebut.

“Kami harap Kaltim bisa menjadi pelopor pemanfaatan energi alternatif, energi yang murah dan melimpah,” kata Gusti di Balikpapan, Rabu (21/11) malam.

Dia mengatakan, untuk membangkitkan 1.000 megawatt (MW) listrik selama 24 jam cukup dengan satu gram uranium yang sudah diperkaya dalam reaktor. Sedangkan jika menggunakan batu bara, pembangkitan listrik sejumlah itu memerlukan ratusan ton ’emas hitam’. Listrik 1.000 MW dari satu pembangkit itu cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh Kalimantan.

“Selain itu kondisinya lebih bersih, tanpa asap yang dilepaskan ke atmosfer sehingga tidak menambah pemanasan global,” ujar pria yang lama berkarir sebagai dosen di Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu.

Dalam hal pembangkit listrik, sebetulnya PLTN adalah pembangkit listrik tenaga uap. Tenaga dari reaksi nuklir digunakan untuk memanaskan air dalam ketel untuk membuat tekanan uap. Uap bertekanan tinggi itulah yang digunakan untuk memutar turbin yang memotong medan magnet dan menciptakan listrik.

“Reaksi nuklirnya kita kontrol di dalam reaktor. Sangat aman. Apalagi Kalimantan tidak ada gunung api, tanahnya sangat stabil. Juga jauh dari tsunami,” ujar Hatta.

Apalagi uranium sebagai bahan bakar tersedia melimpah di Kalimantan, baik di Kalimantan Timur, Tengah, maupun Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menjelaskan, pihaknya segera melakukan studi untuk pembangunan PLTN pada 2013. “Kami ingin agar teknologi nuklir damai ini dapat terealisasi di Kaltim sebagai antisipasi menipisnya cadangan energi fosil migas dan batu bara yang digunakan untuk membangkitkan listri,” ujar Awang.

Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Djarod Sulistio Wisnubroto menjelaskan, pengembangan nuklir damai sebagai PLTN memerlukan waktu hingga 10 tahun dan investasi hingga Rp25 triliun.  “Makanya kita mulai sekarang, saat kita masih memiliki sumber daya alam,” lanjut Awang.

Categories: Berita
  1. July 31, 2014 at 10:53 am

    Kita lihat dan menunggu realisasinya. Semoga semua data hasil analisa mereka benar. Aman di Kalimantan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: